PENGAKUAN SELINGKUH APAKAH BISA DILAPORKAN POLISI

Pengakuan selingkuh apakah bisa dilaporkan polisi? Perlu diingat bahwa alat bukti yang dibutuhkan untuk membuktikan adanya suatu tindakan pidana itu didasarkan dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Pasal 184 ayat 1 :

  • Keterangan saksi : merupakan keterangan yang di peroleh oleh seseorang mengenai suatu peristiwa pidana¬† yang ia dengar sendiri, ia lihat dan ia alami sendiri.
  • Keterangan ahli : merupakan keterangan yang diberian oleh seseorang yang memiliki keahlian khusus tentang hal yang diperlukan untuk membuat terang suatu perkara pidana guna kepentingan pemerikasaan.
  • Surat
  • Petunjuk
  • Keterangan Terdakwa

Lalu pertanyaan apakah Pengakuan selingkuh apakah bisa dilaporkan polisi?

Bila kita melihat dari dasar hokum terkait tindakan pidana, suatu Pengakuan Tidak Bisa di jadikan alat bukti dalam melaporkan ke kepolisian.

Sehingga pengakuan selingkuh yang diakui oleh Suami/Istri tidak bisa menjadi dasar untuk melaporkan nya ke Polisi, kecuali ada saksi yang melihat suatu kejadian perselingkuhan itu secara langsug misalkan sebagai contoh adanya Penggerebekan yang dilakukan dan tertangkap basah sedang berzina hal ini bisa dijadikan dasar pelaporan Polisi.

Lalu kapan pengakuan itu bisa menjadi bukti yaitu pada saat sudah masuk dalam proses Peradilan dimana sudah ditetapkan sebagai Terdakwa dimana sedang menjalankan proses persidangan yang mana Keterangan Terdakwa ini bisa menjadi salah satu bukti di Pengadilan, akan tetapi perlu juga kita pahami, bahwa Keterangan Terdakwa ini merupakan suatu alat bukti yang tidak bisa berdiri sendiri dan harus ada alat bukti lainnya yang menjadi pelengkap dalam pembuktian di Pengadilan seperti adanya keterangan saksi, keterangan ahli, bukti surat atau petunjuk lainnya. Sehingga mutlak Keterangan Terdakwa bukan merupakan alat bukti yang sempurna.

Lalu dari keterangan dan penjelasan di atas bisa kita tarik kesimpulan bahwasanya Pengakuan selingkuh atau zina yang di lakukan oleh Suami/Istri tidak bisa dijadikan sebagai alat bukti dalam melaporkan ke Polisi dan harus ada bukti lain yang menjadi dasar laporan polisi seperti adanya keterangan saksi atau bukti surat ataupun petunjuk.

Dasar Hukum :

  1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Udang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)

BNA LAWFIRM

Pengacara Perceraian Yogyakarta Jogja Sleman Bantul Wates Kulonprogo Wonosari Gunungkidul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
KONSULTASI HUKUM !!!